mira.febianti10's blog

mencari dan memberi yang terbaik

Just a simple story, then..

Author: mira.febianti10
09 17th, 2010

Perjalanan saya dalam mendapatkan kuliah tidaklah mudah. Gagal berkali-kali namun memberikan akhir yang indah. Dahulu saya ingin sekali kuliah jurusan Komunikasi atau Ekonomi, di UI. Tetapi kemudian setelah saya masuk jurusan IPA di SMA, cita-cita saya berubah.

Suatu saat, Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) datang ke sekolah saya. Guru BK mengumumkan nama-nama yang mendapatkan formulir, dan saya tidak termasuk yang disebutkan. Tetapi ternyata saat saya menemui guru BK, beliau berkata saya bisa mendapatkan formulir USMI. Maka saya pun mendaftar. Saat pengumuman, saya termasuk dari 2 orang yang tidak mendapatkan USMI di sekolah saya. Kecewa, sedih, dan terpukul. Guru-guru merasa heran kenapa saya bisa tidak lulus USMI. Namun kemudian guru BK berkata masih ada UTMI untuk bisa masuk IPB.

Setelah itu, saya mencoba tes SIMAK UI. Walau sudah mengikuti bimbel khususnya, tetapi saya gagal.

Gagal dalam tes SIMAK UI, saya mengikuti Seleksi Masuk Universitas Padjajaran (SMUP). Saya mati-matian belajar siang malam, mengikuti bimbel khusus, mengerjakan soal-soal beberapa tahun sebelumnya, dan terus berdoa. Alhamdulilah, saya diterima jurusan Biologi. Semula saya sudah patah harapan untuk mendapatkan kuliah di universitas negeri, dan mempersiapkan untuk universitas swasta.

Teringat saran guru BK, saya tetap mencoba untuk UTMI. Dan Alhamdulilah, saya diterima juga di IPB.

Awalnya saya sangat sedih karena ditolak di dua universitas. Tetapi ternyata benar kata pepatah, ada hikmah dibalik semua cobaan. Jatuh di awal, bahagia di akhir. Saya langsung diterima di dua universitas negeri dalam bulan yang sama.

Saya merasa sangat bersyukur. Karena saat saya sudah santai, teman-teman saya masih ada yang ikut segala macam tes untuk mendapatkan satu bangku kuliah. Bahkan ada yang menangis saat gagal dalam PMDK suatu universitas karena hanya itu harapan dia satu-satunya.

Dari pengalaman teman-teman saya, dan pengalaman saya yang telah gagal berkali-kali, saya terinspirasi untuk pantang menyerah, karena pasti ada jalan untuk kita, dan hargai yang kita raih karena belum tentu semua orang seberuntung kita.



My inspiration, Dila Rahmah Rububiyah

Author: mira.febianti10
09 17th, 2010

Cerita ini tentang sahabat saya, yang bernama Dila. Ia adalah sahabat saya sejak kelas 10 SMA di SMAN 2 Bogor. Ia adalah inspirasi saya dalam mengejar cita-cita, dalam mencapai yang kita inginkan.

Dila bukan orang yang mudah menyerah. Ia selalu mengejar apa yang ia inginkan. Saat ia mengidolakan seorang penyanyi, Dila akan mencari dimana penyanyi tersebut tampil dan hadir dalam acara tersebut. Entah itu acara on-air, off-air, di Bogor, di Jakarta, di Depok, di Bekasi, pagi, siang, malam, sendiri ataupun bersama teman, pasti ia selalu menyempatkan untuk menghadiri untuk bertemu sang idola.

Kegigihannya bukan hanya itu saja. Dalam mengejar cita-citanya, Dila selalu berusaha sekuat tenaga. Ia mempunyai cita-cita menjadi mahasiswi Universitas Indonesia (UI). Maka ia pun mengikuti bimbel khusus untuk tes SIMAK UI. Sepulang sekolah, dari sore hingga malam ia mengikuti bimbel tersebut. Mengerjakan soal-soal SIMAK UI tahun-tahun sebelumnya saat istirahat. Namun ternyata, ia gagal dalam tes tersebut. Dila dinyatakan gagal dalam tes SIMAK UI.

Gagal dalam tes pertama, ia kemudian mengikuti tes UMB PTN, dimana UI menjadi salah satu bagiannya. Dila belajar lebih giat. Belajar soal-soal UMB PTN tahun-tahun sebelumnya. Dan gagal lagi dalam tes kedua ini.

Masih tetap ingin menjadi mahasiswi UI, ia mencoba tes vokasi UI. Dari jauh-jauh hari ia sudah mendaftarkan diri dan menyiapkan semua yang diperlukan untuk tes tersebut. Pada hari tes, kereta yang ia naiki mogok. Selama satu jam kereta tidak bergerak. Alhasil, ia terlambat masuk kelas untuk tes vokasi. Ia memutuskan pulang kembali dan tidak mengikuti tes.

Setelah berkali-kali gagal diterima dalam tes masuk UI, Dila mencoba tes di Poltekkes Jakarta. Walau bukan cita-citanya di awal, ia tetap belajar sungguh-sungguh dan mempersiapkan dengan matang. Malang memang nasib sahabat saya, ia gagal lagi.

Namun bukan Dila namanya bila patah semangat. Walau sempat sedih dan terpukul, dengan semangat saya dan sahabat-sahabat saya yang lain, ia tetap berjuang untuk mendapatkan kuliah. Dalam tes terakhir, yaitu SNMPTN, ia memilih Gizi UI sebagai pilihan pertama, dan Farmasi UB sebagai pilihan kedua.

Untuk SNMPTN, Dila mengikuti bimbel khususnya pula selama 1,5 bulan dimulai setelah semua ujian akhir selesai. Dan Alhamdulilah, ia diterima di pilihan kedua, Farmasi Universitas Brawijaya. Mungkin itu bukan cita-cita Dila yang ingin sekali memakai “Yellow Jacket” UI. Namun itu adalah yang terbaik buat Dila. Karena yang kita inginkan belum tentu yang terbaik untuk kita. Dan jangan mudah menyerah walau gagal berkali-kali.

Dila is a girl with jilbab 😀



pelatihan TI

Author: mira.febianti10
07 20th, 2010

pelatihan di cyber padi